Pengertian Pandemi dan Perbedaannya Dengan Epidemi

Pengertian Pandemi dan Perbedaannya Dengan Epidemi

Belakangan kata ini sering disebut dan sering kita dengar. Semanjak coronavirus melanda tahun ini, pandemi, epidemi dan wabah menjadi sangat sering disebut. Lalu apa sebenarnya pandemi, epidemi dan wabah ini?, apa pengertian Pandemi ? Yuk cari tahu selengkapnya.


Pengertian Pandemi

Nah berikut pengertian pandemi menurut Honigsbaum (2000) dalam journal health, culture and society. Pandemi berasal dari bahasa Yunani. Berasal dari kata Pan dan Demos. Pan artinya semua dan demos artinya rakyat. Definisi ini mengarah pada penyakit menular yang tersebar luas di seluruh negara atau suatu benua pada saat yang sama.

Pengertian Pandemi dan Perbedaannya Dengan Epidemi


Perbedaannya dengan Epidemi

Secara internasional dalam kamus “Dictionary of Epidemiology”, Pandemi merupakan epidemi yang terjadi di seluruh dunia atau di wilayah yang sangat luas, melintasi batas-batas internasional dan biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang.

Adapun menurut KBBI, pandemi ini merupakan wabah yang berjangkit serentak dimana-mana, meliputi geografi yang luas.

Nah jika pendemi dikatakan sebagai epidemi dan wabah. Lalu apakah epidemi dan wabah itu sendiri?


Epidemi Adalah

Epidemi adalah kejadian di suatu komunitas atau wilayah dengan kasus penyakit, perilaku kesehatan, ataupun peristiwa yang berhubungan dengan kesehatan lainnya. Ini biasanya melebihi batas normal dan terjadi pada jangka waktu tertentu.


Wabah adalah

Kemudian apa itu wabah? Apa definisi wabah ? Menurut kemenkes dalam peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia No 1501/menkes/per/2010 tentang jenis penyakit menular. Wabah penyakit menular atau disebut sebagai wabah. Ini adalah kejadian terjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat. Biasanya penderitanya berada dalam jumlah yang menglami peningkatan secara nyata melebihi keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu. Kejadian ini juga dapat menimbulkan malapetaka.

Sedangkan wabah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI adalah penyakit yang berjangkit dengan cepat menyerang sejumlah orang di daerah yang luas.


Perbedaan Pandemi Epidemi serta Wabah

Jadi, pandemi, epidemi, dan wabah ini umumnya menyangkut suatu penyakit menular. Berikut beberapa contohnya. Penyakit influenza atau virus flu burung atau H1N1, vibrio chorela, SARS, HIV/AIDS, dan lain sebagainya. Nah belakangan yang terjadi di awal tahun 2020 hingga saat ini bulan Desember belum selesai adalah penyakit yang disebabkan oleh corona virus atau disebut sebagai covid-19.

Itulah yang disebut pandemi, epidemi dan wabah. Disebutkan menurut beberapa sumber, masing-masing definisi atau pengertiannya. Nah  sebenarnya apa pandemi, epidemi dan wabah? sekarang tentunya lebih tahu ya.


Baca juga Artikel Lainnya 

 

Referensi :

Qiu W, Rutherford A, Chu C. 2016. The Pandemic dan its Oimpacts. Health, Culture, adn Society. 9-10 : 9-17.

Honigsbaum M. 2009. Historical keyword Pandemic. The Lancet, 373.

Kemkes.go.id/permenkes Nomor 1501/menkes/per/2010. Jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penaggulangannya.[terhubung berkala]. 11 Des 2020.

Pengertian E-business dan E-commerce Dari 4 Perspektif

Pengertian E-business dan E-commerce Dari 4 Perspektif

Pengertian E-business dan E-commerce

E-Bussiness dan E-Commerce merupakan istilah yang sering kita dengar tiap kali kita membahas tentang internet marketing. Dalam postingan sebelumnya, kita membahas tentang manfaat internet dalam pencarian informasi dimana dalam pembahasan itu kita tahu berbagai macam kemudahan dalam mencari informasi dengan menggunakan internet.

namun seiring dengan zaman, perkembangan teknologi internet saat ini terbilang sangat cepat dan pesat, hal ini ditandai dengan semakin banyak bermunculan teknologi-teknologi berbasis internet ditengah harapan manusia yang mengiginkan menyelesaikan pekerjaan bekerja dan melakukan aktifitas sehari-hari dengan mudah, efektif, dan efisien.

Perkembangan tersebut rupanya merambah keberbagai bidang dan salah satunya di bidang ekonomi dan marketing. Nah, dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang e-bussiness dan e-commerce, kita akan cari tahu tentang pengertian e-business dan e-commerce serta perbedaan dan persamaan dari kedua istilah tersebut. berikut ulasannya.


Pengertian E-Bussiness dan E-Commerce


 

Pengertian E-COMMERCE

Electronic Commerce atau biasa disebut dengan E-Commerce Merupakan  tempat transaksi bisnis berlangsung melalui jaringan telekomunikasi terutama Internet. E-commerce menggambarkan pembelian dan penjualan produk, layanan, dan informasi melalui jaringan komputer termasuk internet. E-commerce adalah tentang melakukan bisnis secara elektronik.

E-Commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik (Munawar, 2009:1). sedangkan pengertian E-Commerce (Perdagangan Elektronik) menurut Jony Wong (2010:33) adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik. Seperti televisi, radio dan jaringan komputer atau internet.

E-Commerce Pada awalnya istilah e-commerce muncul pertama kali pada tahun 1994, saat  winsitu muncul dalam bentuk banner elektronik disuatu halaman website untuk tujuan promosi dan periklanan. Pada tahun 2013, sekitar 155 juta konsumen Amerika diperkirakan akan membelanjakannya sekitar $ 419 miliar, membeli barang dan layanan online melalui perangkat mobile.


Definisi E-commerce dari 4 Perspektif

Dalam buku karya Dave Caffey yang berjudul E-Bussines and E-Commerce Management Strategis, menyebutkan bahwa ruang lingkup e-commerce tidak hanya mengacu pada jual-beli (transaksi) menggunakan internet saja tapi juga pada saat pelanggan melakukan permintaan untuk memperoleh informasi mengenai produk, dan lain-lainya.

Bahkan dalam menurut Kalakota dan whinstone pada tahun 1997 menyebutkan definisi e-commerce dalam empat perspektif, yaitu :

Perspektif komunikasi, E-Commerce ialah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui komputer ataupun peralatan elektronik lainnya.

Perspektif  proses bisnis, E-Commerce merupakan sebuah aplikasi dari suatu teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.

Perspektif layanan, E-Commerce ialah suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen  untuk mengurangi biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman

Perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual produk atau barang serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya.

 

Jenis-jenis E-Commerce

Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan transaksi E-Commerce. Salah satunya dengan melihat sifat peserta yang terlibat dalam transaksi e-Commerce. Berdasarkan sifat penggunanya, E-Commerce dibagi menjadi 3 jenis  (Laudon, 2003:45):

  • E-Commerce bisnis ke konsumen (B2C) melibatkan penjualan produk dan layanan secara eceran kepada pembeli perorangan.
  • E-Commerce bisnis ke bisnis (B2B) melibatkan penjualan produk dan layanan antar perusahaan.
  • E-Commerce konsumen ke konsumen (C2C) melibatkan konsumen yang menjual secara langsung ke konsumen.

 

Komponen E-Commerce

E-Commerce memiliki beberapa komponen standar yang dimiliki dan tidak dimiliki transaksi bisnis yang dilakukan secara offline, yaitu (Hidayat, 2008:7):

  • Produk: Banyak jenis produk yang bisa dijual melalui internet seperti komputer, buku, musik, pakaian, mainan, dan lain-lain.
  • Tempat menjual produk (a place to sell): tempat menjual adalah internet yang berarti harus memiliki domain dan hosting.
  • Cara menerima pesanan: email, telpn, sms dan lain-lain.
  • Cara pembayaran: Cash, cek, bankdraft, kartu kredit, internet payment (misalnya paypal).
  • Metode pengiriman: pengiriman bisa dilakukan melalui paket, salesman, atau didownload jika produk yang dijual memungkinkan untuk itu (misalnya software).
  • Customer service: email, formulir on-line, FAQ, telpon, chatting, dan lain-lain.

 

Manfaat E-Commerce

E-commerce memiliki beberapa manfaat, baik itu organisasi, perusahaan dan masyarakat itu sendiri, berikut beberapa manfaat dari e-commerce (Suyanto, 2003:50-51):

 

Bagi organisasi pemilik e-commerce

  • Memperluas market place hingga kepasar nasional dan internasional.
  • Dengan capital outplay yang minim, sebuah perusahaaan dapat dengan mudah menemukan lebih banyak pelanggan, supplier yang lebih baik dan partner bisnis yang paling cocok dari seluruh dunia.
  • E-commerce menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan, dan pencarian informasi yang menggunakan kertas.
  • E-commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.

Bagi konsumen 

  • E-commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
  • E-commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
  • E-commerce menyediakan produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
  • Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detil dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.

 

Bagi masyarakat

  • E-commerce memungkinkan orang untuk bekerja didalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas dijalan serta mengurangi polusi udara.
  • E-commerce memungkinkan orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa e-commerce.

 

Proses Transaksi E-Commerce

Agar sebuah perdagangan antar pembeli dan penjual dapat dilakukan, maka harus ada satu proses tertentu. Proses transaksi E-Commerce bisa mencakup tahap-tahap sebagai berikut (Suyanto, 2003:46):

  • Show. Penjual menunjukkan produk atau layanannya di situs yang dimiliki, lengkap dengan detail spesifikasi produk dan harganya.
  • Register. Konsumen melakukan register untuk memasukkan data-data identitas, alamat pengiriman dan informasi login.
  • Order. Setelah konsumen memilih produk yang diinginkan, konsumen pun selanjutnya melakukan order pembelian.
  • Payment. Konsumen melakukan pembayaran.
  • Verification. Verifikasi data konsumen sepeti data-data pembayaran (No. rekening atau kartu kredit).
  • Deliver. Produk yang dipesan pembeli kemudian dikirimkan oleh penjual ke konsumen.


Pengertian E-BUSSINESS

Seperti halnya e-commerce, e-business (bisnis elektronik) juga memiliki sejumlah definisi yang berbeda dan digunakan dalam sejumlah konteks yang berbeda. Salah satu yang pertama menggunakan istilah tersebut adalah IBM, pada bulan Oktober 1997, saat meluncurkan kampanye yang dibangun di seputar bisnis elektronik. Saat ini, perusahaan besar memikirkan ulang bisnis mereka dalam hal Internet dan budaya dan kemampuan barunya dan inilah yang oleh beberapa orang dipandang sebagai bisnis elektronik.

 

Definisi E- Bussiness.

Bisnis elektronik (e-business) dapat didefinisikan sebagai penggunaan internet untuk jaringan dan memberdayakan proses bisnis, perdagangan elektronik, komunikasi organisasi dan kolaborasi dalam perusahaan dan dengan pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya. E-business menggunakan internet, intranet, extranet dan jaringan lainnya untuk mendukung proses komersial mereka.

Ada perdebatan tentang makna dan keterbatasan e-commerce dan e-business. Beberapa berpendapat bahwa, e-commerce mencakup seluruh dunia aktivitas organisasi berbasis elektronik yang mendukung pertukaran pasar perusahaan-termasuk infrastruktur keseluruhan sistem informasi perusahaan (Rayport dan Jaworski, 2003). Yang lain berpendapat, di sisi lain, bisnis elektronik mencakup keseluruhan dunia aktivitas internal dan eksternal yang berbasis elektronik, termasuk e-commerce (Kalakota dan Robinson, 2003).


 

Perbedaan E-Business dan E-Commerce

Meskipun istilah e-business dan e-commerce sering digunakan secara sinonim, perbedaan antara keduanya terletak pada rentang proses e-business yang lebih luas yang menggabungkan transaksi internal dalam sebuah organisasi. Ini termasuk transaksi yang berkaitan dengan pengadaan, logistik, manajemen rantai pasokan, pembayaran, pengendalian stok dan pelacakan pesanan.

Seperti yang Chaffey (2004) catat, e-commerce paling baik dipahami sebagai subset dari bisnis elektronik. Dimana dua konsep tumpang tindih tersebut ada dalam pembelian dan penjualan produk dan jasa. Dan berikut adalah perbedaan lainnya antara E-Commerce dengan E-Bussiness.

E-business mencakup area yang sangat luas, mulai dari pembangunan modal, sumber daya manusia, sumber daya teknologi, proses marketing dan pemasaran, manajemen perkantoran, proses audit, dan segala macam elemen lainnya. Sedangkan, e-commerce hanya berfokus pada proses jual beli atau pemindahtanganan yang dilakukan melalui proses transaksi secara elektronik di sebuah situs.

E-commerce merupakan bagian kecil dari sebuah e-business. Ibaratnya, apabila kita ibaratkan sebagai tubuh manusia, e-business adalah seluruh tubuh manusia, sedangkan e-commerce hanyalah bagian tangan kiri atau tangan kanan manusia saja.

E-commerce hanya membutuhkan spesifikasi dan jga kemampuan analisa dari segi penjualan dan transaksi saja. Sedangkan e-business membutuhkan pertimbanan matang dari berbagai aspek, mulai dari aspek pemasaran, produksi, dan sebagainya.

 

PERSAMAAN E-COMMERCE DENGAN E-BUSSINES

Selain perbedaan seperti yang telah disebutkan di atas, e-business dan e-commerce juga memiliki kesamaan tujuan utama yaitu untuk memajukan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya. E-Business dan E-Commerce merupakan terobosan yang dapat mendongkrak penjualan melalui online marketing dan sebagai sarana mempromosikan produk melalui media internet.


Itulah ulasan materi mengenai Pengertian E-Bussiness dan E-Commerce. Baca juga artikel lainnya yang mengulas banyak hal mengenai teknologi, digital, dan materi kuliah lainnya.

 

Simak Artikel Lainnya 

 

Referensi :

Kenneth C. Laudon & Carol Guercio Traver, E-Commerce 2004 Business. Technology. Society.

Colin Combe, Introduction to E-business Management and strategy.

Janice Reynolds, The Complete E-Commerce Book: Design, Build, & Maintain a Successful Web-based Business, Second Edition.

Electronic Commerce: The Strategic Perspective

 

Pengertian HAKI Adalah Hak Kekayaan Intelektual

Pengertian HAKI Adalah Hak Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual atau disingkat “HAKI”


Pengertian Haki Adalah Hak Kekayaan Intelektual

atau disingkat “HAKI” adalah hak yang timbul atas hasil olah pikir otak manusia yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Secara umum dapat dikatakan bahwa obyek yang diatur dalam Hak Kekayaan Intelektual adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Olehnya ada beberapa pendapat bahwa hak-hak tersebut digolongkan ke dalam hak-hak atas barang-barang yang tak berwujud atau intangible. Analoginya adalah jika ide-ide tersebut keluar dari fikiran manusia dan menjelma dalam suatu ciptaan kesusasteraan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain, maka menjadi benda berwujud (tangible) dan dapat menjadi sumber keuntungan.

Digolongkannya hak-hak tersebut ke dalam hukum harta kebendaan adalah karena hak-hak tersebut memililki sifat-sifat hak-hak kebendaan dan dapat dimiliki secara absolut (hak mutlak). Ciri utamanya adalah hak-hak tersebut dapat dijual, dilisensikan, diwariskan dan lain-lain layaknya hak kebendaan lainnya. Pada intinya hak tersebut dapat dipindahtangankan kepemiilikannya dengan dasar alasan sah yang  dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

HAKI Sebagai Hak Privat


Dari sinilah ciri khas Hak Kekayaan Intelektual sebagai hak privat (private rights). Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak Khusus yang diberikan Negara kepada individu pelaku HAKI (inventor, pencipta, pendesain, dsb) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HAKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Di samping itu, sistem hak kekayaan Intelektual juga menuntut diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau hasil karya lainnya yang sama dapat dihindarkan/dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.

Teori Hak Kekayaan Intelektual


Dalam teori perlindungan hak kekayaan intelektual ada beberapa teori seperti teori reward, teori recovery, teori incentive, dan teori risk. Menurut teori reward (penghargaan), pencipta atau penemu yang menghasilkan ciptaan atau penemuan harus dilindungi dan harus diberi penghargaan atas hasil jerih payahnya menghasilkan penemuan atau ciptaan.

Dan menurut teori recovery, pencipta atau penemu yang menghasilkan ciptaan atau penemuan dengan mengeluarkan tenaga, waktu dan biaya harus diberi kesempatan untuk meraih kembali apa yang telah ia keluarkan tersebut.

Selanjutnya menurut teori incentive menyatakan bahwa dalam rangka untuk menarik minat, upaya dan dana bagi pelaksanaan dan pengembangan kreativitas penemuan, serta menghasilkan sesuatu yang baru, diperlukan adanya suatu incenitve agar dapat memacu kegiatan-kegiatan penelitian dapat terjadi lagi.

Sedangkan menurut teori risk (resiko) menyatakan bahwa kekayaan intelektual merupakan hasil karya yang mengandung resiko, sehingga adalah wajar untuk memberi perlindungan kepada kegiatan yang mengandung resiko tersebut.



HAKI Merupakan Sistem Hukum Positif 


Dari teori-teori tersebut di atas dapat dipahami bahwa dasar filosofis perlindungan HAKI sangat dipengaruhi oleh mazhab hukum alam yang menekankan pada faktor manusia dan penggunaan akal. Berdasarkan pemikiran tersebut Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) diakui sebagai hasil kreasi dari pekerjaan dengan memakai kemampuan intelektual manusia. 

Dengan demikian pribadi yang menghasilkannya mendapat hak kepemilikannya secara alamiah (natural acquisition). Dalam sistem hukum Romawi cara perolehan hak sedemikian tersebut didasarkan atas asas “suum cuique tribuere”, yang menjamin benda yang diperoleh adalah kepunyaan orang tersebut.

Kemudian pada tingkatan yang paling tinggi dari hubungan kepemilikan tersebut, hukum bertindak lebih jauh dan menjamin bagi setiap penguasaan dan penikmatan eksklusif atas benda ciptaannya tersebut dengan bantuan negara.

Sebagai suatu sistem hukum modern, sesuai dengan pandangan H.L.A. Hart tentang konsep hukum (concept of law),1 sistem Hak Kekayaan Intelektual juga merupakan suatu sistem yang logis karena merupakan perwujudan dari kehendak manusia sehubungan dengan tuntutan kehidupan bersama.

Dalam keadaan ini sistem HAKI merupakan sistem hukum positif yang dalam operasionalisasi dan misinya mempunyai empat penunjang, yaitu:

1. adanya aspek perintah;
2. mengandung aspek kewajiban yang melekat dalam norma hukum yang diberlakukannya;
3. adanya aspek sanksi tertentu yang bersifat memaksa; dan
4. mempunyai aspek kedaulatan dalam keberadaannya




Digital Branding : 4 Hal Penting Digital Branding

Digital Branding : 4 Hal Penting Digital Branding

Apa itu branding 


Digital Branding sangat dibutuhkan pada suatu merek ataupun produk di era digital. Apalagi dalam sebagian kurun waktu terakhir, branding juga diterapkan pada personal( orang). hal tersebut dirasa sangat berarti untuk membentuk anggapan orang terhadap merek/ produk kepunyaan kita. Tetapi, tahukah kamu ?teknologi digital sangat mempengaruhi trend branding dikala ini.


APA ITU DIGITAL BRANDING ?


Branding merupakan suatu sebutan yang menggambarkan suatu kegiatan untuk mengkomunikasikan/ mengantarkan/membentuk brand identity dari suatu brand/ merk/produk sebagai upaya membangun persepsi konsumen kepada brand/produk tersebut. Dari branding ini, kita dapat lebih dekat pada sasaran konsumen yang lebih khusus cocok dengan positioning dari brand/ produk yang kita pasarkan.

Digital Branding ialah suatu konsep pemasaran yang mengaitkan teknologi digital bagaikan media branding. Dengan adanya teknologi banyak hal yang dapat dapat diselesaikan. Dalam konteks branding, teknologi digital sanggup membuat kegiatan branding kita jadi lebih efisien, belum lagi jika bicara soal jangkauan yang luas. Jika kita pasang iklan di billboard  Hanya orang yang melalui aja yang mungkin memandang, jika di media digital kita apalagi dapat menargetkan pasar tertentu bersumber pada geografi, demografi apalagi bersumber pada atensi.

4 Hal Penting Digital Branding

Banyak sekali kebutuhan branding, mulai dari tools sampe ke strateginya. Hanya untuk permulaan, kita coba bahas yang basic dahulu ya;

Hal Penting dalam Branding : Brainstorming

lakukan Brainstorming terhadap brand/ produk kita, ini penting sekali untuk awalan. Sebab dari situlah kita akan tahu kelebihan serta kekurangan dari produk kita serta pula kita akan tahu diferensiasi apa yang ingin kita tonjolkan di brand/ produk kita. Di fase ini, kita bakal tau nih jati diri dari brand/ produk kita, positioning produk serta pula konsep apa yang pas buat mem- brandingnya.


Hal Penting dalam Branding : Komponen Brand Identity

setelah kita tahu jati diri dari brand/ produk kita, berikutnya yang butuh kita siapkan merupakan Komponen Brand Identity. Brand identity itu suatu dalam wujud visual ataupun suara yang merepresentasikan bukti diri dari brand/ produk kita. Nah contohnya merupakan, Nama, Logo, Slogan, Eksperiental/ cerita dibalik brand, Narasi.

Hal Penting dalam Digital Branding : Media Branding

Nah berikutnya yang butuh kita siapin merupakan Media Branding. Media branding ini gak kalah berartinya. Kita pantas bersyukur sebab kita hidup di masa dimana teknologi tumbuh dengan pesat serta seluruh kegiatan dapat terasa lebih gampang serta efisien tercantum kegiatan kita dalam perihal mem- branding produk kita. Buat Media Branding sendiri terdapat media offline serta online, Media offline semacam poster, billboard, dsb. Kalo media online terdapat Media social, web, youtube. Nah saat ini ini, dengan pertumbuhan teknologi digital, orang- orang kian banyak memakai gadet dalam kehidupan serta saat ini banyak pelakon bisnis menyadari trend itu dengan bergeser ke teknologi digital bagaikan media branding mereka.

Singkatnya soal media branding ini, kalian wajib ketahui sasaran pasar dari produk kalian itu siapa, perihal ini hendak membuat temen- temen ketahui media mana yang lebih pas buat kalian.

Hal Penting dalam Branding : Marketing

ini yang sangat menarik buat disimak merupakan strategi marketing. Strategi marketing ini berkaitan tentang metode kita menghadirkan brand kita dengan cara- cara yang dapat menarik, sebutan simplenya merupakan Nge- Iklanin brand kita. Strategi marketing ini pasti cakupannya luas ya, bergantung media branding yang digunakan. hal yang bener- bener wajib kamu perhatikan merupakan penyajian konten. Ini jadi kunci keberhasilan kalian dalam mem- branding produk kalian di media digital. Perhatikan isi konten supaya membuat audiens tertarik serta pula merasakan manfaat dari apa yang kita bagikan. Terdapat sedikit anjuran, walaupun tujuan kita merupakan buat menjual produk kita, tetapi jangan senantiasa posting dengan jualan- jualan aja. Melaksanakan Soft Selling pula dapat temen- temen jalani biar audiens tidak siuman kali kita lagi nge- iklan.

Secara basic, strategi marketing diatas harus kita pelajari diawal. Karena, berdialog tentang strategi, masih banyak sekali yang butuh dibahas serta kalian hendak temui istilah- istilah baru. SEO, SEM, Digital Campaign serta banyak lagi sebutan tentang Digital Branding.


Kesimpulan dari ulasan diatas merupakan sangat berarti buat menyadari kedudukan teknologi digital dalam mem- branding produk kita. Digital Branding jadi lebih efisien serta menjangkau lebih luas daripada branding konvensional. Di masa digital, kesempatan serta tantangan terbentuk bertepatan, perihal yang membuat kita terpancing buat tumbuh serta bertransformasi buat kemajuan bisnis kita. Pertanyaannya, Siapkah kita menyesuaikan diri?






Sejarah Internet : Perkembangan & Evolusi Internet Di Dunia

Sejarah Internet : Perkembangan & Evolusi Internet Di Dunia

 Sejarah Internet : Perkembangan Evolusi Internet


Sejarah Internet : Perkembangan & Evolusi Internet Di Dunia


Tahukah Kamu tentang sejarah internet dan perkembangan evolusi internet ?. Siapa sih yang tidak kenal internet? Bahkan hampir setiap hari kegiatan kita tidak jauh-jauh dari yang namanya internet. Internet menurut KBBI adalah komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer dan fasilitas komputer yang terorganisasi di seluruh dunia melalui telepon atau satelit berinternet atau jaringan internet.Lalu jika sudah sering menggunakan, apakah sudah tahu evolusi atau sejarah internet dari zaman dahulu hingga sekarang. Mari kita ulas.


Sejarah Internet Tahun 1950


Berawal dari tahun 1950-an

Ternyata internet telah ada sejak tahun 1950-an lho. Bisa jadi kamu belum lahir. Lalu seperti apa sebenarnya sejarah internet?. Jadi, Menurut Naughton dalam Journal of Cyber Policy, evolusi atau sejarah internet terbagi atas dua fase. Fase satu dimulai dari percobaan militer hingga kepentingan sipil, yaitu pada tahun 1967 hingga 1995. Sedangkan fase dua adalah komersial internet yaitu pada tahun 1995 hingga sekarang.

Nah berikut perkembangan evolusi internet atau sejarah internet dari zaman dahulu hingga sekarang. Semua perkembangan internet yang kamu rasakan saat ini bermula dari pra-sejarah. Berikut rincian lebih detailnya.


Perkembangan Internet Tahun 1956-1966

Perkembangan internet berawal sejak perang dingin. Bagian pertama dari sejarah ini, menyangkut doktrin MAD (Mutual Assured Destruction) yang mengatur perselisihan antara Amarika Serikat dan Uni soviet.

Nah, MAD ini seharusnya menjamin keamanan Nasional. Jika satu pihak meluncurkan serangan nuklir pihak lain akan membalas. Hal  ini tentunya akan menguntungkan pihak penyerang jika serangan pendahuluan dilakukan lebih dasyat. Ini karena akan membuat sistem perintah dan kontrol musuh tidak berfungsi.

Untuk bertahan dari serangan termonuklir yang menghancurkan peneliti Paul Barand RAND Corporation membuat jaringan dan teknologi komunikasi yang disebut packet switching. Karena alasan birokrasi jaringan prototipenya tidak pernah dibangun. Selanjutnya Donald Davies di Laboratorium Fisika Nasional Inggris membuat jaringan komunikasi baru untuk aplikasi sipil dari sekelar digital. Akan tetapi teknologi ini tidak memadai untuk tugas sipil dan jarak jauh.


Tahun 1957

Bagian kedua pra sejarah evolusi internet ini ditandai dengan keberhasilan Uni Soviet meluncurkan sputniksatelit pada oktober 1957. Hal ini mengejutkan pertahanan AS, Sehingga terbentuk badan Proyek penelitian kelanjutan (ARPA) di AS. Pada suatu waktu ARPA mendanai pembelian, operasi dan pemeliharaan komputer mainframe untuk berbagai departemen universitas dan institut yang mengadakan kontrak penelitian. Dari sini muncul lah ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network).


ARPANET (1967-1972)

Komputer mainframe yang di danai ARPA di berbagai pusat penelitian tidak kompatible satu sama lain, sehingga diputuskan untuk membangun subnet dari mini komputer identik yang disebut IMPs atau prosesor pesan antar muka. Nah melihat tantangan tersebut ARPANET membangun sebuah jaringan yang semuanya bisa saling terhubung dan beroperasi.


Perkembangan TCP/IP (1973-1983)

Perkembagan TCP/IP ini ternyata melalui penelitian dan perkembangan terutama yang berkaitan dengan protokol. Selama terbentuk ARPANET dan setelahnya perkembangan teknologi jaringan terus berlangsung. Selanjutnya pada tahu 1973 dimulai proyek internetworking untuk beralih dari jaringan kesatuan seperti halnya ARPANET ke jaringan yang dapat dioperasikan secara mandiri atau independen. Pada akhirnya muncul penemuan model dan protokol TCP/IP. Pada tahun 1983 ARPANET diminta untuk mengadopsi TCP/IP.


Transisi atau peralihan (1983-1995)

Tentunya sudah tahu ya di awal sejarah telah disebutkan bahwa jaringan yang terbentuk adalah jaringan untuk kepentingan militer. Nah pada tahun 1983-1995 sudah mulai terjadi peralihan nih. Yaitu transisi atau peralihan jaringan militer ke jaringan sipil.

Pada tahun 1970 akses internet dibatasi untuk mereka yang bekerja dibeberapa institusi dan yang memegang kontrak penelitian di ARPA. Hal ini menyebabkan US National Science Foundation (NSF) mendanai pembuatan jaringan ilmu komputer (CSNET) pada tahu 1980-an.

Berbeda dengan ARPANET, keanggotaan CSNET terbuka untuk ilmuwan komputer dilembaga manapun yang bersedia membayar langganan tahunan. Sehingga jaringan tumbuh lebih pesat dari 2000 komputer induk pada 1985 menjadi 185.000 pada tahun 1989 dan naik kembali pada tahun 1993 menjadi 1.776.000.

Pada tahun 1984 NSF mulai mendanai pendirian pusat superkomputer baru di Amerika Serikat. Hal ini karena digunakan untuk membentuk jaringan nasional guna memperluas komunitas peneliti sehingga terbentuklah NSFNET.

Pada akhirnya, di tahun 1998 disepakati ARPANET sebagai jaraingan backbone atau tulang punggung jaringan baru, akan tetapi semakin usia menua pada tahun 1990 NFSNET menjadi jaringan backbone ARPANET dan secara resmi ARPANET dinonaktifkan pada 28 Februari 1990, sehingga keterlibatan militer dalam pengopersian komputer telah berakhir.

Dinonaktifkannya ARPANET ini menimbulkan permasalahan baru. Masalah terkait pendanaan berikutnya. Ini menyebabkan munculnya beberapa pendapat bahwa jaringan tidak dapat digunakan untuk tujuan komersial. Pada akhirnya NSF memutuskan penggunakan komersial internet yang dapat saling terhubung yaitu layanan IP atau ISP (Internet Service Provider)

Kelima rincian perkembagan internet tesebut termasuk dalam fase satu evolusi internet. Kemudian seperti apa fase ke dua perkembangan internet ini? Berikut selengkapnya


Sejarah Evolusi internet Terdapat fase dua


Evolusi Internet Tahun 1995-2000

Pada awal 1990-an muncul perkembangan baru yang disebut WWW (world Wide Web) oleh tim Berners-Lee di CERN, laboratorium penelitian partikel multinasional Swiss. Pengembangan ini didasari untuk  menerbitkan, mencari, dan mengambil dokumen yang disimpan di server internet di seluruh dunia yang berguna untuk laboratorium seperti CERN.


Perkembangan Internet Tahun 2000-2003

Web awlanya dibuat sebagai sarana unutuk berbagi informasi diantara fisikawan yang tersebar di seluruh dunia. Sebagain besar informasi tersebut dalam bentuk dokumen. Hal ini mungkin sangat cocok untuk para ilmuan akan tetapi ada keterbatasan bagi dunia korporat atau pelaku bisnis.

Awalnya web tidak menyajikan gambar dan merupakan media satu arah.  Tidak memungkinkan adanya interaksi. Oleh karna itu Berners-lee mengembangkan teknologi inovasi baru yang memungkinkan web memfasilitasi transaksi.

Sehingga muncul solusi dalam bentuk cookies, HTTPS, evolusi browser yang ditambah plug-in yang memungkinkan jenis file audio, video, dan file lainnya. Selain itu, muncul pula JAVAscript yang mengubah laman web menjadi mesin virtual.


Fase terbaru dari evolusi internet (2004-sekarang)

Fase perkembangan terbaru ini tentunya yang dapat dirasakan saat ini. Jaringan internet saat ini sudah bisa diakses melalui smartphone atau telepon pintar. Selain itu muncul layanan jaringan sosial berupa media sosial seperti facebook (2004), linkedln (2003), dan twitter (2006).

Jaringan media sosial berawal dari tahun 2004 dan didominasi okeh facebook. Bahkan tidak hanya sampai di situ saja. Saat ini telah berkembang media sosial lainnya. Tidak hanya media sosial. Aplikasi yang dapat di akses dengan internet melalui telepon pintar juga sudah berkembang.

Jadi, seperti itulah evolusi internet, sejarah internet dan perkembangannya dari zaman dahulu hingga sekarang. Semoga dengan rincian sejarah tersebut kamu lebih mengenal sejarahnya tidak hanya sekedar sebagai pengguna intenet akftif saja.  


Simak Artikel Lainnya 

Sumber :

Naughton J (2016). The Evolution ot the internet : From military experiment to general purpose technology. Journal of cyber policy : 1 (1) : 5-28.